Profil Desa

SEJARAH DESA

Sejarah berdirinya Desa Banyuurip erat kaitannya dengan hari jadi Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah serta berdirinya Negara Republik Indonesia ( NKRI ). Berdasarkan Undang-Undang dan Peraturan pemerintah dalam struktur Pemerintahan Desa di bawah Pemerintah Kabupaten dan pemerintah atasan.

Babad Desa Banyuurip berawal pada jaman kerajaan Islam Demak sampai kerajaan Mataram Islam yang sekarag menjadi Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipimpin oleh Gubernur yang juga Raja Keraton YOGYAKARTA Hadiningrat yaitu Kanjeng Dalem Sinuwun Sri Sultan Hamengkubowono ke X. Hubungan berdirinya Desa Banyuurip Kabupaten Kendal dengan Mataram Islam ( Sekarang di daerah kotagede DIY ) dibuktikan dengan peninggalan bersejarah yang ada di Wilayah Kabupaten Kendal, yaitu tanah wakaf Masjid Agung Kaliwungu, Masjid Agung Kendal, Konservasi alam ( Berupa Hutan Lindung KPH Perhutani yang berada di di Desa Darupono Kaliwungu Selatan ) serta prasasti bersejarah lainnya.

Babad cerita pemberian nama ngampel berawal dari datangnya seorang prajurit juga mubaligh utusan dan kerajaan mataram islam yaitu Ki Ageng Jabung (dikenal sebagai simbah Kyai Andongsari yang kemudian menjadi lurah pertama Desa BANYUURIP).

Atas perintah Pangeran Djuminah yang dititahkan ( Komando ) oleh tumenggung Bahurekso    ( Bupati Kendal pertama Kabupaten Kendal ) dengan tujuan harapan mencari perdikan / pesanggrahan ( tempat singgah / Istirahat ). Kanjeng Sunan Ampel walhasil ketemulah sebuah pondok perdikan yang dimaksud berada di kebon kopi yang dikelilingi pohon bambu kuning ditengahnya tertancap tongkat hitam serta adanya tempat untuk sholat ( Sekarang ada di Rt. 09 Rw. 01) Dukuh Krajan Desa Banyuurip dan sebuah sendang bersuci ( Sekarang ada di Desa Ngampelwetan).

Sekitar tahun 1812 M sampai dengan 1836 Ki Ageng Jabung ( Kyai Andongsari) membina masyarakat dengan mendirikan padepokan dan memberi nama perdikan NGAMPEL sebagai penghormatan dengan mengambil nama besar Kanjeng Sunan Ampel yang terlebih dahulu singgah di perdikan ini. Supaya diingat anak cucu bahwa perdikan ini pernah disinggahi oleh seorang WALIYULLAH KANJENG SUNAN AMPEL.

Dalam perkembangannya masyarakat mempercayakan kepada Ki Ageng Jabung ( Kyai Andongsari ) menjadi Pepimpin, yang kemudian diangkat menjadi Lurah yang bergelar

KI AGENG ANDONGSARI.

Atas kepemimpinan Kyai Andongsari Perdikan Ngampel / Desa Ngampel menjadi tenterem damai gemah ripah loh jinawi, keberadaan perdikan Ngampel lebih diakui oleh Penguasa Kendal pada waktu itu berada di Kaliwungu yakni ADIPATI TUMENGGUNG BAHUREKSO dikarenakan kedekatan hubungan sama-sama Pajurit Mataram Islam.

Demikian penuturan babad tanah Desa Ngampel dalam rangkuman sejarah Jabatan Kades Banyuurip mulai 1911-2019.

Facebook Comments